Djunadi Satrio, Tester & Kolektor Ponsel | reload pulsa elektrik all operator murah dan cepat

Djunadi Satrio, Tester & Kolektor Ponsel

Sabtu, 31 Januari 200

SEBAGAI komandan pasukan penjualan, Djunadi Satrio berkewajiban untuk menjadi penguji ponsel yang akan dipasarkan.

Tak mengherankan, Head of Marketing Sony Ericsson Indonesia ini sudah memiliki lebih dari 60 buah ponsel sejak ia bergabung Februari 2006.

Semua peranti itu tak satu pun rusak, semuanya disimpan dengan baik walaupun tak digunakan. �Kami dari marketing bisa berganti ponsel dua kali sebulan.

Saat ini saya menggunakan Sony Ericsson C903 yang belum diluncurkan ke pasar. Saya adalah orang pertama yang memakai ponsel ini di Indonesia agar bisa mengetahui apakah perangkatnya bisa cocok dengan simcard operator Indonesia,� ujar pria kelahiran 21 Juni 1970 ini kepada ponsel.

Menurut Djunadi, kelebihan C903 terletak pada cybershot kameranya yang berkekuatan 5,3 megapiksel. Hasil bidikannya juga mumpuni dengan smile shutter.

Keistimewaan lain adanya fitur GPS yang cocok bagi orang yang punya hobi jalan-jalan seperti dirinya. Ia juga mengaku masih memakai C510.

�Sebetulnya saya paling suka dengan Xperia X1 karena kegemaran travelling saya itu. Karena sering berada di luar, saya bisa berinternet lewat peranti ini,” ungkap Djunadi.

Lantaran acap berada di luar negeri, baik untuk kerja maupun tarvelling, per bulan Djunadi menghabiskan biaya telekomunikas Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta.

Semuanya Aman
Alumnus Teknik Sipil Universitas Trisakti ini termasuk ketat menjaga ponselnya hingga tak pernah ada yang hilang. Satu-satunya pengalaman seru yang pernah ia alami dan agak menegangkan adalah saat Sony Ericsson W810-nya tertinggal di sebuah resto gudeg di Yogyakarta pada 2006.

Ponselnya itu tertinggal di meja dan lupa dimasukan ke saku. Djunadi baru menyadarinya sejam setelah meninggalkan kedai menu khas Yogyakarta itu.

�Ternyata, pas balik lagi ponsel saya masih ada. Karyawan di restoran itu masih menyimpannya dengan baik,� kenang peraih dari MBA dari Universitas of Virginia, Amerika Serikat ini.

Djunadi mengenal ponsel sewaktu kuliah di AS pada 1996. Ponsel saat itu masih menggunakan antena. Menurut putra dari pasangan Ali Sastrio dan Kho Soe Giok ini, sistem telekomunikasi di Negeri Paman Sam amat menarik karena mengadopsi sistem kontrak.

Handsetnya bisa lebih murah tapi harus kontrak sekian tahun. Jadi, kalau orang mau berganti ponsel dan operatornya harus bayar denda. �Namun, ada plusnya. Di antaranya, kalau tanpa operator harga ponsel 400 dolar AS, maka kalau dengan operator bisa 10 dolar saja.

Lainnya, kalau ponsel hilang dan dilaporkan polisi, operator bisa membuat ponsel yang dicuri itu nggak bisa dijual di mana- mana,� papar Djunadi. irv

BIOFILE
Nama Lengkap : Djunadi Satrio
Panggilan : Djunadi
Tempat/Tanggal Lahir : Jakarta, 21 Juni 1970
Orangtua : Ali Satrio & Kho Soe Giok
Pekerjaan : Head of Marketing Sony Ericsson Indonesia
Ponsel : Sony Ericsson C903 & SonyEricsson Xperia X1
Fitur favorit : kamera & internet

sumber : http://www.tabloid-ponsel.com/berita-66-djunadi-satrio-tester–kolektor-ponsel.html